Tuesday, May 22nd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Mozaik Sosok Iman ‘J-Rocks’ Mencari Tuhan

Iman ‘J-Rocks’ Mencari Tuhan

E-mail Print PDF

Iman Taufik Rahman

Semua kegelapan harus aku tembus, semua kerumitan harus aku hadapi, dan aku senantiasa menyelidiki benar-benar setiap aqidah dan setiap golongan, aku berusaha sekeras-kerasnya untuk mengungkapkan semua rahasia mazhab/golongan/aliran pada masing-masingnya, agar aku dapat membedakan mana yang benar dan mana palsu, mana yang mengikuti sunnah dan mana pula yang bid’ah (tidak mengikuti sunnah).

Demikian semangat Imam Al Ghazali ketika ia “mencari” kebenaran yang dikutip dari buku Tasawuf dan Tarekat Naqsyabandiyah Pimpinan Prof. Dr. H. Saidi Syekh Kadirun Yahya, karangan Prof. Dr. KH. Djamaan Nur.

Diantara pengagum Al Ghazali, adalah Iman Taufik Rachman. Bagi banyak anak muda namanya tidak asing lagi. Bang Iman, demikian nama panggilannya di lingkungan Surau Baitul Amin (SBA), Bojongsari, Depok, adalah votaris, alias vokalis sekaligus gitaris, kelompok musik J-Rocks.

Seperti halnya semangat mencari dan mengenal Tuhan yang pantang menyerah dari Al-Ghazali diatas tadi, Bang Iman juga mengalami fase pencarian untuk menemukan cara menjalankan kehidupan ber-Islamnya.

“Momennya saat saya masih di SMA dan banyak menghabiskan waktu di jalanan. Saat itu saya jarang pulang ke rumah. Saya sering bertanya, dimanakah jalan yang benar? Beruntunglah saya karena bertemu dengan teman yang aktif di Surau,” ungkapnya mengawali pembicaraan dengan Mozaik.

Iman Taufik Rahman

Berawal dari perkenalannya tersebut, rasa penasaran dan keingintahuan tentang SBA terus tumbuh. Selanjutnya, pria kelahiran 19 Juli 1982 ini selalu berusaha untuk datang dan beribadah di SBA.

“Setelah saya pelajari dan menanyakan ke keluarga, saya mendapatkan dukungan mereka. Ternyata apa yang diajarkan sama dengan latar belakang keluarga saya, khususnya nenek saya, yang juga mendalami tasawuf dan mengamalkan tarekat. Sejak saat itu saya semakin yakin dan tujuan saya hanya Tuhan,” ungkapnya. Adalah sejak tanggal 5 Oktober 2000, ia tercatat sebagai jamaah Surau Baitul Amin Sawangan.

Bersyukur dan Istiqomah

Seiring dengan waktu, karir bermusik ia lakoni. Pada tahun 2001, Bang Iman mendengar kabar bahwa band Funky Kopral mengadakan audisi untuk mencari gitaris. Ia mengikutinya dan kemudian terpilih. Selama dua tahun bersama kelompok musik ini, bakat seni musiknya tersalur dan berbagai pengalaman tampil di panggung pun ia dapatkan.

Satu Semangat = 1Spirit

Tak hanya melalui musiknya, semangat positif dan ajakan untuk selalu berbuat kebaikan juga sampaikan J-Rocks kepada J-Rockstars, sebutan bagi fans mereka. Melalui website http://www.j-rocks.co.id, dan media sosial (Twitter: @jrocks1spirit dan Facebook: JRocks.Official) J-Rocks berkomunikasi dengan penggemarnya yang kini mencapai kisaran 1,3 juta orang dari seluruh penjuru nusantara dan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, dan Jepang, negara dimana J-Rocks pernah merekam salah satu video klipnya.

“Semangat yang dikumandangkan J-Rocks via website interaktif J-Rocks, akun Twitter dan Facebook mereka adalah semangat kebersamaan. Intinya adalah untuk mengajak masyarakat luas untuk berbuat sesuatu yang baik,” jelas Bang Yoga Anggoro dari VISIONSAGA (http://www.visionsaga.com), tim manajemen website J-Rocks. Pesan-pesan tentang semangat bersama yang positif dan optimis ini kesemuanya dikemas dalam istilah “#1spirit” yang kerap pula disuarakan Bang Iman sendiri via @imanine, namanya di jaringan Twitter.

Selepas karirnya bersama band Funky Kopral, Bang Iman bersama kawan-kawan SMA-nya kemudian merintis mendirikan band yang dikelola mereka sendiri. Pada tanggal 9 November 2003, berdirilah kelompok band J-Rocks dengan Sony sebagai gitaris, Wima sebagai bassist, Anton sebagai drummer, dan Bang Iman sebagai vokalis sekaligus gitaris. Mulailah mereka tampil. Awalnya sebagai band cover, yang memainkan lagu-lagu terkenal dari kelompok musik lain.

Nama “J-Rocks” tidak hanya berasosiasi dengan Japanese Rock; genre musik yang mereka bawakan, tapi huruf “J” juga bermakna “jujur” atau tidak jaim dalam bermusik.

Iman Taufik Rahman

J-Rocks memainkan musik yang benar-benar mereka inginkan, sesuai dengan jiwanya. ‘Kejujurannya’ dalam bermusik ini kemudian mengantarkan J-Rocks menjadi Juara 1 Nescafe Get Started tahun 2004. Prestasi itulah yang membuatnya berkeliling berbagai kota di nusantara serta mulai dikenal sebagai salah satu kelompok musik rock papan atas di Indonesia, dan mencatatkan diri sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, Inggris.

Sebagai ikhwan di Surau Baitul Amin, Bang Iman berusaha untuk beristiqomah, dengan terus menjalankan ibadah di Surau dan berusaha menjalankan 7 Nilai Yayasan[1] untuk mencapai akhlak yang mulia (akhlakul karimah). Untuk selalu mengingat-Nya dan agar tidak terombang ambing gaya hidup duniawi, Bang Iman berusaha meluangkan waktu beribadah berjamaah di SBA pada hari Senin dan Kamis, sebagaimana diungkapkannya kepada Bang Jajang Hernandar dari Mozaik.

“Bagi saya semua yang didapatkan adalah anugerah-Nya. Ketika harus konser diluar daerah sekalipun, kalau saatnya sholat, saya berusaha untuk melaksanakannya. Juga untuk duduk berdzikir, menghadapkan diri kehadirat Allah SWT,” ujar Bang Iman, bersahaja. Ia bercerita, bahwa ia percaya segala sesuatunya diciptakan oleh Tuhan. Ia merasa bersyukur atas anugerah bakat dan kesempatan bermusik, dan bertekad untuk tidak akan menyia-nyiakannya. Sebagai musisi, Bang Iman memang mumpuni; saat ini tak banyak band di Indonesia yang vokalisnya merangkap sebagai gitaris.

Selain piawai dalam bermain gitar dan bernyanyi, Bang Iman mumpuni dalam bermain keyboard dan piano. Ia juga yang menciptakan sebagian besar lagu-lagu di album perdana J-Rocks. Sebagai bagian dari berbuat baik dalam bermusik, ia berusaha agar lirik-liriknya juga mengandung ajakan atau spirit untuk bersyukur, tetap optimis, tidak mengeluh menghadapi apapun juga.

Contohnya dalam petikan lirik lagu “Ceria” berikut ini.

“Ingin kubuka lembar baru/ Untuk meneruskan hidupku/ Tak mau lagi kesedihan/ Selimuti diriku” “Semua orang ingin bahagia/ Menjalani hidup di dunia ini/ Ingin kubukakan jawaban/ Misteri dan senang sejati”

Kepada pembaca Mozaik, Bang Iman mengajak untuk terus berbuat baik kapanpun dan dimanapun. “Terus berbuat baik tentang apa saja terhadap siapa saja,” ujarnya tersenyum mengakhiri pembicaraan. (JH)

[1] Tentang 7 Nilai Dasar Yayasan dapat dilihat di Mozaik Surau edisi 6/2010 halaman 2.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Share/Save/Bookmark