Tuesday, May 22nd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Mozaik Tutur Tangan Yang Dicintai Allah

Tangan Yang Dicintai Allah

E-mail Print PDF
Petani yang bekerja

Alkisah, suatu waktu hari Rasulullah SAW bertemu dengan Sa'ad bin Mu'adz Al-Anshari. Ketika itu Nabi Muhammad SAW melihat tangan Sa'ad yang kulitnya gosong kehitam-hitaman dan melepuh seperti terpanggang matahari.

Sa’ad pun memperlihatkan tangannya kepada Sang Rasul SAW. Rasulullah SAW pun bertanya kepada Sa’ad, "Mengapa tanganmu?". "Wahai Rasulullah," jawab Sa'ad,

" Tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan cangkul itu untuk mencari nafkah halal bagi keluarga yang menjadi tanggunganku." Mendengar ujaran tersebut, Sang Nabi nan Agung mengambil tangan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari dan menciumnya seraya bersabda,

“Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh api neraka.”

Dari peristiwa di atas Rasulullah SAW memberi pesan kepada seluruh umat Islam bahwa tangan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari yang bekerja keras merupakan tangan yang dicintai Allah SWT dan membawanya menuju surga. Hal ini menunjukkan bekerja merupakan perbuatan yang sangat mulia. Bekerja dalam Islam adalah menjaga harkat dan martabat kemanusiaan itu sendiri. Oleh karena itulah,bekerja dalam Islam menduduki tempat yang sangat mulia.

Selanjutnya, masih terkait bekerja, Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi telah bersabda, “Barang siapa yang di waktu sorenya merasa kelelahan karena kerja tangannya, maka di waktu sore itu ia mendapatkan ampunan.” Seperti halnya Sa’ad yang hitam dan melepuh tanganya karena bekerja, maka tatkala seseorang merasa kelelahan bekerja, maka berdasarkan hadis riwayat Thabrani dan Baihaqi di atas dinyatakan bahwa kelelahan yang dirasakan oleh seorang pekerja untuk menafkahi keluarganya, akan dibalas Allah SWT dengan ampunan-Nya saat itu juga.Tidak itu saja, orang yang bekerja, untuk membiayai kebutuhannya sendiri ataupun kebutuhan anak dan isterinya, dalam Islam orang seperti ini dikategorikan jihad fi sabilillah.

Kisah Sa'ad bin Mu'adz Al-Anshari di atas juga menunjukkan bahwa dalam Islam kerja juga berkait dengan harkat dan martabat manusia di sisi Allah SWT dan makhluk-Nya. Bagi Allah SWT, seorang yang telah bekerja dan bersungguhsungguh dalam pekerjaannya akan bertambah martabat dan kemuliannya.

Perilaku meminta-minta atau mengemis,merupakan kehinaan,baik di sisi manusia maupun di sisi Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini, “Sungguh,seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik, daripada ia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya ataupun tidak.”

Lihatlah anda kebawah. Kita akan melihat jutaan tangan yang menghitam karena mencari sesuap nasi. Tangan-tangan itu kita dapati dipinggir jalan,pada para pedagang asongan ditepi pantai,pada nelayan- nelayan kecil yang mengayuh perahunya bersaing dengan kapalkapal besar penangkap ikan; para petani yang mencangkul tanah sehingga makin lama makin tak subur, pada para pengayuh becak yang mengayuh becaknya pada jalan- jalan yang makin menyempit,dan para petugas penertib yang makin banyak.

"Ya Rasulullah, sesudah engkau, siapakah gerangan pemimpin yang akan mencium tangan mereka?"

(KAK MER)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Share/Save/Bookmark