| Article Index |
|---|
| Pengabdian kepada Tuhan YME, Negara, dan Dunia |
| Kampus Panca Budi Medan |
| Tingkat Nasional |
| All Pages |
Profil Al Mukarram Prof. DR. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya QS
Di Universitas Panca Budi Medan tertera Piagam Panca Budi yang terdiri dari Abdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, Abdi kepada Bangsa, Abdi kepada Negara, Abdi kepada Nusa dan Abdi kepada Dunia. Piagam tersebut dicetuskan oleh Al Mukarram Prof. DR. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya,pendiri Universitas Panca Budi. Perjalanan pengabdian Beliau adalah suri tauladan butir-butir Piagam tersebut.
Mandailing adalah suatu wilayah di Sumatera Utara berbatasan dengan Sumatera Barat. Diriwayatkan, masyarakat Mandailing berasal dari Munda, yaitu sebuah daerah di India Tengah.
Pada abad ke 6 masehi, mereka berpindah-pindah melintasi Pegunungan Himalaya lalu menetap di Mandalay, yaitu ibu negara Burma purba (sekarang Myanmar=red). Kemudian mereka berpindah menyusuri Semenanjung Malaya dan menyeberangi Selat Malaka sampai tiba di Sumatera Utara. Di sini mereka mendirikan kerajaan di Batang Panai Portibi. Diduga peristiwa tersebut terjadi di akhir abad ke 6 masehi.
Masyarakat Mandailing ini berkembang luas dan terhimpun dalam 17 marga. Sejak abad 17 sudah terbentuk masyarakat marga Harahap yang menghuni 3 kerajaan, yaitu Siharang Karang, Huta Padang, dan Simapil-mapil.
Pada tahun 1816 ketika terjadi Perang Paderi melawan penjajah Belanda, terjadi gerakan peng- Islaman di tanah Mandailing. Banyak raja Mandailing memeluk Islam dan menjadi pengikut Tuanku Imam Bonjol. Di antaranya Raja Godang Porang, Baginda Raja Sidursat dan Patuan Maga. Sedang raja-raja Mandailing di Tanah Melayu yang memeluk Islam adalah Raja Asal, Raja Laut, Sutan Nan Puso, dan Tuanku Tambusai. Di antara raja-raja inilah yang menurunkan silsilah sampai kepada Prof. DR. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya.
Siharang Karang adalah salah satu daerah di Tapanuli Selatan yang berudara sejuk. Di sinilah leluhur Beliau berasal. Beliau dilahirkan pada hari Rabu, 20 Juni 1917 bertepatan dengan 30 Sya'ban 1335 Hijriah di Pangkalan Berandan dari bapak bernama Sutan Sori Alam Abdullah Harahap seorang pegawai perusahaan perminyakan (BPM) dan dari seorang ibu bernama Siti Dour Aminah Siregar. Beliau berasal dari keluarga Islamis religius. Nenek Beliau dari pihak ayah dan nenek beliau dari pihak ibu adalah dua orang Syaikh Thareqat, yaitu Syaikh Yahya dari pihak ayah dan Syaikh Abdul Manan dari pihak ibu.Keluarga, ini selalu dikunjungi oleh para Syaikh pada zaman itu.
Beliau menempuh pendidikan sekolah dasar Belanda, HIS di Pangkalan Berandan. Kemudian melanjutkan ke MULO B di Yogyakarta dan lulus pada tahun 1935 dengan voorklasse. Selanjutnya Beliau meneruskan ke AMS B di kota yang sama dan tamat pada tahun 1938 dengan beasiswa.Pada tahun itu Beliau pergi ke negeri Belanda, mengambil Kuliah Umum Ketabiban yang dilanjutkan dengan Kuliah Ilmu Jiwa di kota Amsterdam dan tamat pada 1942. Sekembali ke Indonesia, Beliau menuntut ilmu tasawwuf dan mendapat ijazah dari para guru besar ahli sufi Thareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah (baca: Lembar Perjalanan Keguruan). Di antara guru Beliau adalah Sayyidi Syaikh Muhammad Hasyim Buayan di Bukittinggi Sumatera Barat. Dengan ijazah tersebut Beliau tercatat sebagai pewaris Thareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah pada silsilah ke-35 di tahun 1952 saat Beliau berusia 35 tahun.
Pada masa revolusi fisik Beliau turut berjuang mengangkat senjata. Diawali dengan menjadi Panglima Tentara Allah. Beliau menjelajahi Pegunungan Bukit Barisan dengan pusat komandonya di Bukittinggi. Perjuangan tersebut di antaranya melawan agresi Belanda dan mengatasi berbagai pemberontakan di tanah air. Bahkan termasuk mengatasi pemberontakan komunis di Indonesia dan di Malaysia.
Atas jasa-jasanya, Beliau dianugerahi beberapa bintang jasa, anta lain Satya Lentjana Penegak dari pemerintah Negara Republik Indonesia atas peran aktif dalam melaksanakan tugas-tugas negara. Di sisi lain, Beliau adalah ilmuwan fisika kimia yang telah menghasilkan banyak penemuan dan juga intelektual di bidang bahasa, filsafat dan agama. Menguasai delapan bahasa asing secara aktif serta mendapat gelar Guru Besar Post Graduate generasi pertama di Indonesia.

Ulasan dan Rujukan Buku terbaik yang layak dibaca
Kupas kesehatan dan permasalahannya sehari-hari, untuk pengetahuan
Kumpulan materi dari Forum Diskusi Baitul Amin, mencerahkan dan membebaskan
Ruang berbagi Teknologi Informasi untuk pemula dan pebisnis, IT ada di sekitar kita
Berbagi pengalaman dalam bisnis sebagai akhlak mulia, Bisnis dan Ibadah adalah kesatuan
